Hasil penelitian Riset Kesehatan Dasar (Riskesdas) tahun 2010 menyebutkan bahwa untuk status gizi kelompok usia 6-12 tahun sebanyak 4,6 persen anak tergolong sangat kurus, 7,6 persen kurus dan 9,2 persen gemuk. Sedangkan 15,1 persen tergolong sangat pendek dan 20,5 persen pendek.
|
|
Kondisi ini tentu dapat menghambat tumbuh kembang si kecil secara optimal. Si kecil rentan terkena berbagai penyakit degeratif saat dewasa. "Gizi seimbang harus dilakukan sejak dini. Anak-anak perlu mengetahui jenis kelompok makanan seperti sumber protein, kalsium, buah dan sayur," tutur Sari Sunda Bulan, Pakar Nutrisi saat Konferensi Pers Nestle Healthy, Kids International Chef Day 2016 (20/10).
Sari juga menambahkan bahwa tak hanya tahu ragam makanan, anak juga perlu mengetahui jumlah porsi. Misalnya saja karbohidrat yang dikonsumsi anak seperti nasi, bisa diukur sebesar kepalan tangan si kecil.
|
|
Untuk menunjang kesukaannya terhadap makanan sehat, orang tua juga bisa mulai melibatkan anak menyiapkan makanan sejak dini. "Suatu pembiasaan tingkah laku dalam konsumsi makanan sehat yang dimulai sejak dini dampaknya akan lebih mudah diserap dari dalam diri anak," jelas Rini Hildayani M.Si., selaku psikolog anak.
Rini mengatakan bahwa dengan mengenal berbagai ragam bahan makanan dan memahami zat gizi dari bahan tersebut kemungkinan anak tumbuh menjadi 'picky eater' akan berkurang.
Selain memberikan edukasi, Nestle yang bekerjasama dengan Association of Culinary Professionals juga mengajarkan anak-anak dari beberapa sekolah di Jakarta untuk membuat pizza dan salad buah sendiri yang disebut dengan 'Art on Plate'.
|
|
Walaupun berbentuk pizza, akan tetapi bahan yang digunakan juga bergizi seimbang. Chef Stefu mengajarkan anak-anak cara membuat pizza berbentuk wajah. Diberi aneka pelengkap seperti paprika, bayam, jamur, bawang bombay, pure tomat serta keju.
Dari bahan-bahan yang digunakan sudah mengandung unsur gizi seimbang. Dalam sajian 'one dish meal' mengandung karbohidrat, protein, lemak, serat, kalsium, serta vitamin dan juga mineral.
(odi/lus)
0 Response to "Melalui 'Art on Plate' Anak Bisa Mengenal Bahan Makanan dan Nutrisinya"
Posting Komentar